Dodol
, kue manis yang kenyal, lengket, dan berwarna cokelat gelap ini begitu identik sebagai jajanan khas kota Garut di Jawa Barat. Namun, jika mengamati bentuk, bahan baku, maupun penyajiannya, jenang ala kota Kudus di Jawa Tengah sebenarnya terbilang juga di dalam keluarga besar dodol. Nah, dodol rupanya sudah turut disebutkan dalam saduran kitab Ramayana versi Jawa. Ramayana sendiri acap dianggap sebagai karya sastra India yang pertama kali disadur oleh masyarakat Jawa. Ramayana versi Jawa diperkirakan berasal dari zaman akhir Kerajaan Medang, yakni ketika masih menempati Jawa Tengah dan belum dipindahkan ke Jawa Timur oleh Maharaja Sindok. Penyaduran Ramayana guna menciptakan versi Jawanya diperkirakan terjadi antara 840 Masehi sampai dengan 930 Masehi.
Dodol adalah panganan manis dari Indonesia. Proses pembuatan dodol
bermutu tinggi memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan keahlian
khusus. Bahan utama membuat dodol adalah santan kelapa, tepung ketan,
gula pasir, gula merah, dan garam. Bahan tambahan pada dodol menentukan
rasa. Secara bentuk dan rasa dodol sangat mirip dengan penganan dari Tiongkok
bernama kue keranjang yang dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Nian
Gao (baca: nien kao) atau dalam dialek Hokkian disebut Ti Kwe (arti: kue
manis). Namun setelah saya mencoba meneliti ternyata saya tidak
menemukan adanya hubungan antara dodol dengan kue keranjang. Bila
dilihat bahan-bahan yang digunakan kue keranjang menggunakan tepung
ketan dan gula pasir (brown sugar), memang agak berbeda dengan dodol
yang menggunakan santan, garam dan gula jawa sebagai bahan tambahan.
Pembuatan
dodol yang bermutu tinggi membutuhkan waktu yang lama dan keahlian
khusus. Bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat dodol adalah
santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam. Bahan
tambahan di dodol menentukan rasa. Dodol dari durian disebut dodol
durian. Dan dodol dari jahe disebut dodol jahe.
Kembali ke jenang. Jenang lebih lembek daripada dodol. Juga
lebih basah dan berminyak. Jenang umunya dijual dalam bentuk lempengan
atau plastik. Diiris sesuai permintaan pembeli. Dodol terlihat lebih kering dan kesat daripada jenang.
Dipotong dengan ukuran 2×1×3 cm. Dibungkus dengan plastik atau kertas
roti. Lalu dijual dalam jumlah besar di dalam kardus. Dodol mulai
diminati oleh negara lain, antara lain Belanda, Brunei Darussalam,
Singapura, dan Malaysia.
Dodol ini banyak dijumpai di pedagang atau toko- toko karena dodol ini merupakan makanan khas daerah sebagian orang menjualnya untuk oleh oleh.
Komentar
Posting Komentar