Regginang


Melihat bentuknya, sekilas cemilan ini berbentuk seperti kerupuk namun dengan ukuran yang lebih kecil. Rengginang namanya, cemilan yang terbuat dari beras ketan yang sudah dikeringkan ini memiliki rasa yang gurih serta renyah saat berada di mulut kita. Biasanya sebelum digoreng, beras ketan terlebih dahulu dijemur dibawah panas sinar matahari. Berbeda dengan pembuatan kerupuk yang umumnya terbuat dari adonan tepung tapioka yang sudah dihaluskan, namun pembuatan rengginang tetap berbentuk butiran nasi yang langsung digoreng.




Satu yang unik dari makanan ini, biasanya rengginang juga dibuat dari nasi sisa yang tidak termakan dan kemudian digoreng dan menjadi rengginang. Untuk membuat rasa rengginang menjadi lebih enak, cemilan ini diberi varian rasa seperti, udang dan terasi. Selain rasa asin, ada rengginang yang dibuat dengan rasa manis. Rengginang sangat pas disajikan saat santai sambil ditemani teh hangat. Penyajian saat kondisi hangat akan menambah nikmat rasa rengginang. Rengginang biasanya dijual dengan harga Rp15.000 sampai Rp20.000 perbungkusnya. Harga yang relatif terjangkau untuk sebuah cemilan yang enak, gurih dan renyah ini.




Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan yang dijemur dibawah teriknya matahari agar kering namun biasanya regginang dikasih tempelan bulat yang berwarna warni diatasnya agar kelihatan unik setelah sudah kering lalu digoreng dengan minyak yang panas apinya terlalu kecil agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan


Rengginang sudah ada sejak jaman dahulu kala, orang-orang jaman dahulu mengonsumsi rengginang sebagai teman makan. Namun saat ini rengginang lebih banyak dimakan sebagai camilan, sama halnya dengan makanan tradisional lainnya seperti opak. 
Seiring dengan perkembangan jaman, di era modern seperti sekarang ini untuk menemukan rengginang sudah sangat sulit, terutama di daerah-daerah perkotaan. Biasanya rengginang hanya bisa ditemukan di acara hajatan seperti sunatan, pernikahan, dan sejenisnya. 
Berkurangnya minat masyarakat terhadap rengginang terjadi karena makanan tradisional satu ini tersisihkan oleh datangnya makanan khas luar negeri. Padahal dari segi rasa, makanan yang satu ini tidak kalah enak dengan makanan modern khususnya makanan yang berasal dari luar negeri.






Meskipun para pembuat rengginang sudah sangat jarang, namun dibeberapa daerah di Jawa Barat produsen makanan tradisional ini masih bisa dijumpai, salah satunya di Desa Babakanmulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.
Sutinah (54) perempuan asal desa Babakanmulya, dalam kesehariannya selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai produsen makanan tradisonal rengginang. Kemampuan dalam membuat renggiang, diperolehnya secara turun temurun dari orang tua nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lupis

Koya

Grontol